Wednesday, 19 June 2013 | 05:29

These are places around the world where you can get the most
beautiful moments to immortalize.
Wednesday, 19 June 2013 | 00:52

The Setu Babakan has received a grant of Rp291 billion from Jakarta Governor Joko
Widodo.
Kamis, 27 Desember 2007 | 23:41 WIB
Presiden Kutuk Pembunuhan Benazir Bhutto
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk aksi pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. "Pemerintah Indonesia ikut berduka pada keluarga dan bangsa Pakistan. Kami berharap keamanan dan ketertiban di Pakistan dapat dipulihkan, hukum ditegakkan, dan demokrasi dihormati," kata presiden, di kantor kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/12) malam.
Presiden berharap aksi kekerasan di Pakistan tidak berkembang lebih buruk. Bhutto tewas ditembak sebelum penembak meledakkan diri. Ledakan terjadi dalam iring-iringan di jalan. Menurut Presiden, Indonesia akan belajar dari pengalaman Pakistan.
"Saya akan keluarkan instruksi pada polisi, badan intelejen dan Tentara Nasional Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan kompetisi politik berjalan aman dan tertib," kata dia.
Saat ini, kata Yudhoyono, kompetisi berlangsung dalam pemilihan kepala daerah. Dia memperkirakan pada 2008 sudah ada kegiatan politik mempersiapkan Pemilu 2009.
Aparat diperintahkan memberi perlindungan keselamatan fisik kepada para tokoh politik baik pada tingkat pusat maupun daerah yang mengikuti kompetisi politik. "Itu yang akan dilakukan dalam negeri, mengambil pelajaran berharga kejadian hari ini di Pakistan," ujar Yudhoyono.
Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Soeryo Legowo. Dia menyatakan pemerintah Indonesia mengutuk tindakan pembunuhan politik terhadap bekas perdana Menteri Benazir Bhutto dan sejumlah pengikutnya pada saat melakukan kampanye di Rawalpindi.
"Dengan ini Pemerintah Idnonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah dan bangsa Pakistan," kata Kristiarto.
Pemerintah Indonesia, kata dia, merasa prihatin atas lingkaran kekerasan politik dari berbagai penjuru yang terus berlangsung di Pakistan. Ia berharap pemerintah Pakistan dapat segera memulihkan siatuasi dan memajukan stabilitas politik dengan menempuh cara-cara adil dan demokratis.
Sutarto, Titis Setyaningtyas