ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Jum'at, 21 Desember 2007 | 15:08 WIB
Pemerintah diminta Lebih Perhatikan Kesehatan Ibu dan Anak
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta lebih memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Selama ini anggaran kesehatan dinilai belum menyentuh masyarakat bawah, terlihat dari masih tingginya angka kematian ibu. "Saya sangat mengharapkan sentuhan pemerintah agar lebih peka terhadap kesehatan ibu-ibu," kata Liong Nababan, Ketua Umum Persaudaraan Korban Sistem Kesehatan di tengah aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat. Data di Badan Pusat Statistik menunjukkan angka kematian ibu 262 per 100 ribu kelahiran hidup. Menurut Liong berdarkan berbagai survei angka kematian ibu masih berkisar 300 hingga 400 kematian per 100 kelahiran hidup. Angka kematian ibu ini tertinggi di Asia Tenggara. Di Malaysia angka kematian hanya 41 per 100 ribu, Singapura 6 per 100 ribu, Thailand 44 per 100 ribu, dan Filiphina 170 per 100 ribu. Liong yakin hal ini sebenarnya bisa diatasi jika anggaran kesehatan dimanfaatkan sungguh-sungguh, sehingga tidak ada lagi terjadi peristiwa busung lapar, kurang gizi, cacat. "Itu adalah harapan kami," katanya. Melalui aksi demonstrasi di bundaran HI bersama 50 kepala keluarga yang mengalami persoalan kesehatan, Liong berharap hari ibu yang akan diperingati besok tidak dilakukan hanya secara seremonial tetapi diiukuti dengan kepekaan pemerintah agar lebih memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Aqida Swamurti

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.