English Version
ENGLISH
| Wednesday, 03 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Tuesday, 02 September 2014 | 23:12
G20 Sets Growth Target The growth target will be in the agenda of discussion during the
upcoming summit, held in Brisbane, Australia, in November 2014.
Tuesday, 02 September 2014 | 23:04
Oil Prices Fell as Output in China and Europe Declines China has said on Monday that its' official Purchasing Managers'
Index retreated to 51.1 last month after recording a two-year
high in July at 51.7
Jum'at, 07 Desember 2007 | 08:29 WIB
Money Changer di Bali Diberi Logo Khusus
TEMPO Interaktif, Denpasar: Untuk menangkal penggunaan Money Changer alias Pedagang Valuta Asing (PVA) sebagai sarana pencucian uang alias money laundering, PVA legal di Bali mulai hari ini akan diberi logo khusus. Selain itu ditetapkan pula prosedur yang jelas untuk menerapkan prinsip know your client (KYC). Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Susno Duaji, mengatakan prinsip KYC merupakan bagian dari upaya pencegahan dini tindak pidana pencucian uang. “Kami berharap akan mendapat laporan untuk setiap transaksi yang mencurigakan,” tegasnya saat peluncuran Logo itu di Denpasar hari ini. Dalam prosedur ini, PVA yang melayani penukaran uang harus mencatat identitas lengkap klien dan tujuan transaksi. Mulai tahun 2008, menurutnya, PPATK akan bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi hukum kepada PVA yang tidak melaporkan transaksi keuangannya. Sesuai dengan UU Nomor 25/2003 ancaman hukuman maksimalnya mencapai 5 tahun penjara. Yang terberat adalah bila PVA ikut mengatur transaksi pencucian uang yang diperoleh dari kejahatan korupsi, illegal logging, narkoba , dll. Ketua Asosiasi PVA Bali, Made Suparta Karang, siap memberikan dukungan. Saat ini terdapat 494 PVA di Bali. Namun masih terdapat PVA ilegal yang sulit diawasi. Rofiqi Hasan