Jum'at, 07 Desember 2007 | 13:55 WIB
Presiden Anggap Birokrasi Ijin Usaha Masih Sulit
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui birokrasi perizinan usaha kecil di Indonesia masih tidak bersahabat. "Baik yang di pusat maupun di daerah cenderung mempersulit perizinan," kata Presiden ketika memberikan penghargaan kualitas dan produktivitas Paramakarya 2007 di Istana Negara, Jumat (7/12).
Hingga saat ini, Presiden masih mendengar kabar bahwa pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara masih mempersulit perizinan usaha kecil. "Ali-alih membantu dan memfasilitasi, malah mempersulit. (Pengusaha kecil) dipingpong, dua tahun nggak ada beritanya," kata Presiden.
Padahal usaha kecil itu, kata Presiden, dilakukan untuk menguntungkan rakyat, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan. "Mungkin oknum itu meminta yang bukan-bukan," kata Presiden. Karenanya Presiden meminta prosedur mengurus izin perusahaan semakin pendek.
Presiden juga meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi akses modal agar biaya usaha kecil menjadi rendah. "Jangan terlalu banyak pungutan. Kalau mungut, jangan usaha kecil. Bagaimana bisa berkembang?" kata Presiden.
Hari ini Presiden menyerahkan penghargaan kepada empat usaha kecil dan lima usaha menengah. Sebelum menyampaikan pesan-pesannya, Presiden melakukan dialog dengan penerima penghargaan.
Dalam dialog itu, Presiden meminta pengusaha kecil untuk mencantumkan buatan Indonesia untuk produk-produknya. "Merk dan branding sangat penting," kata Presiden.
Presiden juga meminta pengusaha kayu jati untuk tidak menebang pohon seenaknya. "Harus yang sah, tidak merusak lingkungan," kata Presiden.
Di masa yang akan datang, kata Presiden, dunia hanya akan membeli 'green product', yaitu produk yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam. "Kalau barang mutunya baik dan harganya murah, tapi nggak jelas sumbernya dan dikira merusak alam, mungkin tidak lantas dibeli," kata Presiden. FANNY FEBIANA