ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Sabtu, 01 Desember 2007 | 00:26 WIB
Bush Masih Anti Protokol Kyoto
TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Amerika Serikat George W. Bush, yang menolak Protokol Kyoto, kembali bersebrangan dengan komunitas internasinal soal pengikisan emisi karbon meskipun isolasi atas adikuasa itu menguat. "Keamanan energi dan perubahan iklim adalah dua tantangan yang penting selama ini," kata Bush kemarin menjelang Konferensi Dunia soal Perubahan Iklim digelar di Bali. "Amerika Serikat melihat hal itu sebagai tantangan serius dan kami secara efektif menentang perubahan iklim lewat regulasi, kerjasama publik-swasta, insentif dan investasi kuat dalam teknologi baru," kata Bush soal penolakannya menerima pembatasan mengikat atas gas-gas efek rumah kaca. Bush mengakui sudah waktunya dunia memproduksi lebih sedikit emisi gas-gas rumah kaca. "Dan hal itu kita lakukan dalam cara yang tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi atau mencegah negara dari upaya memakmurkan rakyatnya," katanya kemarin di Washignton. Total 172 negara dan pemerintah telah meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengharuskan mereka memenuhi target pemangkasan emisi gas-gas rumah kaca mereka sebelum 2012, terkecuali negara-negara berkembang. AFP/dwi

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.