ENGLISH
| Tuesday, 21 May 2013 |
INDONESIA
Tuesday, 21 May 2013 | 21:04
Government said it has requested Freeport Indonesia to halt
production activities temporarily.
Tuesday, 21 May 2013 | 20:52
The suspect in the beef import quota scandal, Luthfi Hasan
Ishaaq, had vowed to ensure Agriculture Minister Suswono to
raise beef import quota
Rabu, 28 November 2007 | 19:58 WIB
Dana Bagi Hasil Daerah Bisa Diganti SUN
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Daerah bisa mengganti Dana Bagi Hasil (DBH) yang ditransfer ke daerah dengan surat berharga negara. Daerah juga diberi kebebasan untuk memilih surat berharga yang disesuaikan dengan kebutuhan anggaran mereka. "Kalau daerah butuh yang jangka panjang kita tawarkan obligasi negara, kalau jangka pendek ya Surat Perbendaharaan Negara," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada wartawan. Pemerintah juga akan memberikan SUN yang tradeable di pasar sekunder seehingga jika daerah butuh dana bisa dijual kapan saja. SUN juga akan dilepas dengan mekanisme private placement dengan yield yang sesuai benchmark di pasar. Penggantian dana bagi hasil migas ke daerah surat berharga negara, kata Rahmat, pernah dilakukan pada 2001. Menurutnya, hal ini juga sesuai UU No 24 tahun 2002 tentang SUN. Rencananya Ditjen Pengelolaan Utang dan Ditjen Perimbangan Keuangan untuk melakukan sosialisasi kebijakan ini. Sebelumnya, pemerintah menyatakan target pemanfaatan windfall daerah penghasil migas sebesar Rp13,9 triliun akan menggunakan instrumen utang. Menurut Rahmat, pemanfaatan ini karena banyak dana yang tidak langsung digunakan oleh daerah. "Biasanya mereka menempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD), Lalu di BPD dibelikan obligasi atau SBI," tandasnya. Gunanto E S

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.