ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Senin, 26 November 2007 | 13:37 WIB
PKK Tanam 10 Juta Pohon
TEMPO Interaktif, Tangerang:Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) menggalakkan anti pemanasan global melalui penanaman 10 juta pohon. Ketua Pusat PKK Effi Mardiyanto mengatakan program penanaman pohon ini untuk memperbaiki kondisi lingkungan. "Harapannya lingkungan itu kembali hijau dan kami telah mulai sosialisasi," kata dia dalam acara pertemuan PKK seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (26/11). Hal itu, kata dia, penting mengingat tingkat polusi udara semakin memprihatinkan. "Selain itu, tanaman itu juga bisa dimanfaatkan secara ekonomi," katanya. Saat ini, kata dia, Pengurus PKK telah menyiapkan format dan mekanisme penanaman pohon ini. "Nanti akan didata secara akurat dari tingkat provinsi hingga tingkat desa. Mulai dari jumlah tanaman yang dipohon hingga pemantauannya," katanya. Dia mengatakan pertumbuhan 10 juta pohon yang telah ditanam akan dimonitor secara periodik. "Kita akan pantau dari 1 bulan, 2 bulan hingga 2 tahun," katanya. Pengurus PKK, kata dia, juga akan tentukan siapa yang akan bertanggung jawab dalam pemantauan. Nanti, kata dia, program ini akan dikembangkan tidak hanya di PKK. "Akan mulai melibatkan kaum perempuan perkantoran dan menyusul bidang lainnya," katanya. Penanaman ini, kata dia, akan diprioritaskan pada lahan-lahan kosong. "Daerah yang tidak produktif itu akan kita kembangkan," katanya. Anggaran program ini, lanjut dia, berasal dari PKK, bantuan tanaman dari Departemen Kehutanan dan swadaya dari masyarakat. "Targetnya pada akhir Desember mendatang 10 juta pohon itu tercapai," katanya. Eko Ari

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.