Wednesday, 19 June 2013 | 14:18

The government's debt to Pertamina is projected to limit the
company's oil-buying and capital expenditure capacity.
Wednesday, 19 June 2013 | 13:37

Snowden claimed that he did not handed over any data to the
Chinese Government.
Kamis, 22 November 2007 | 20:39 WIB
Pertemuan Yudhyono dan Loong Tidak Bahas Temasek
TEMPO Interaktif, Singapura:Dalam pertemuan empat mata antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tidak memyinggung masalah Temasek. "Kami hanya berkonsultasi masalah Myanmar," ujar Yudhoyono menjawab Tempo dalam jumpa pers seusai menghadiri Konfrensi Tingkat Tinggi ke 13 ASEAN di Singapura, Kamis (22/11).
Pada Senin lalu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan Temasek Holdings Pte. Ltd.-melalui Singapore Telecommunication (SingTel) dan Singapore Technologies (ST) Telemedia--terbukti melakukan monopoli karena memiliki saham perusahaan sejenis di industri yang sama.
SingTel menguasai 35 persen saham PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak perusahaan Telkom. Adapun ST Telemedia memiliki 40,37 persen saham Indosat. Temasek harus melepas sahamnya di salah satu perusahaan itu.
Dengan adanya putusan ini, Presiden Yudhoyono merasa yakin iklim investasi tidak akan terpengaruh. "Putusan ini mencerminkan adanya kepastian untuk berusaha yang sehat," ujarnya.
Dia menjelaskan, negara mana pun menghendaki iklim usaha sehat dan tidak menyimpang, misalnya monopolistik. Maka dengan adanya KPPU bisa memberikan rasa adil, persamaan dan kepastian. "Dan KPPU dibentuk untuk memastikan bahwa persaingan terjadi secara adil, sesuai Undang-undang yang berlaku," ujarnya.
Presiden juga menyerukan bagi siapa pun yang berusaha di indoesia harus menjalankan usahanya dengan sehat. "Kongkalikong, bisnis APBN, semua sudah selesai, tamat," ujarnya.
POERNOMO GONTHA RIDHO