Thursday, 23 May 2013 | 05:26

In a forum titled 'Enhancing the Korea-Indonesia Middle Power Partnership',
officials from both countries spoke of the importance of working together.
Thursday, 23 May 2013 | 02:03

In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Kamis, 15 November 2007 | 09:36 WIB
Pelajaran HAM Sebaiknya Dimulai di Tingkat Dasar.
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pelajaran tentang Hak Asasi Manusia (HAM) sebaiknya dimulai sejak tingkat dasar.
"Jika HAM telah diperkenalkan sejak dini, anak-anak tahu bagaimana mereka menghargainya," ujar Harkristuti Harkrisnowo, Direkrutur Jenderal (Dirjen) HAM di Jakarta Kamis (15/11).
Saat menjadi pembicara dalam workshop Penyusunan Modul Materi Dasar HAM kemarin, Harkristuti berharap anak-anak Indonesia nantinya dapat mengenal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai HAM dalam kehidupannya sehari-hari.
Kepala Sub Direktorat (KAsubdit) Diseminasi Ditjen HAM, Usman Sukur mengatakan, HAM termasuk pendidikan pembentukan , sehingga perlu langkah-langkah teknis dalam implementasinya. Karena pendidikan pembentukan adalah usaha yang terus mnerus, sehingga penanaman HAM sudah melekat dalam diri individu.
"Sehingga hasilnya adalah terbentuknya sebuah kultur yang menaruh apresiasi terhadap HAM," ujar Usman.
Menurut Harkristuti, salah satu cara supaya mudah dimengerti, materi dasar HAM jangan menggunakan bahasa yang sulit dimengerti, seperti istilah ilmiah, karena pembacanya akan dikonsumsi oleh seluruh kalangan, khususnya kalangan pengajar ditingkat sekolah dasar.
"Pembacanya memang tidak hanya dari kelompok akademisi yang bertitel, tetapi sampai guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)," tandas Harkristuti.
Bayu Pamungkas WP