ENGLISH
| Wednesday, 19 June 2013 |
INDONESIA
Wednesday, 19 June 2013 | 14:26
Thiago and Morata, hand-in-hand bringing Spain another football
champion title.
Wednesday, 19 June 2013 | 14:18
The government's debt to Pertamina is projected to limit the
company's oil-buying and capital expenditure capacity.
Rabu, 07 November 2007 | 09:57 WIB
Greenspan: Bank Sentral Perlu Potong Daftar Ekses Perumahan
TEMPO Interaktif, Tokyo: Bekas pemimpin bank sentral Amerika Serikat Alan Greenspan mengungkapkan, pemangkasan ekses (kelebihan) pada daftar sektor perumahan menjadi kunci untuk menstabilkan sistem keuangan. Upaya itu juga diyakini bakal menstabilkan turunnya perekonomian global. "Isu paling penting dari keseluruhan gejolak subprime dan lambannya sistem keuangan internasional adalah memisahkan 200-300 ribu kelebihan unit rumah dalam daftar," kata Greenspan kepada sejumlah forum pengusaha di Tokyo lewat videoconference dari Washington, Selasa (6/11) waktu setempat. Dia mendesak, beberapa bank sentral untuk menghindari tekanan meluapnya aset. Meski hal itu "sangat sulit dilakukan," tuturnya. Greenspan juga menuturkan ekonomi global bisa menangani melonjaknya harga komoditas lewat kebijakan moneter bank sentral yang kuat. Beberapa bank sentral menghindari inflasi global dengan mengelola pengetatan moneter sesuai level yang diperlukan. "Menurut saya, kita telah berpindah dari 20 tahun ke 18 tahun periode disinflasi, dan mulai bergerak ke arah lainnya," kata Greenspan. Meskipun harga minyak dunia terus melonjak hingga melebihi US$ 90 dolar AS per barel, Greenspan menilai perekonomian global tetap berfungsi. Indikasinya, "Struktur penjaminan bekerja dengan sangat baik," ungkapnya. Selain itu semua, Greenspan juga memperkirakan, dalam jangka panjang nilai dolar Amerika Serikat bakal melorot terhadap mata uang negara-negara Asia Timur jika inovasi teknologi mampu mendorong produktivitas, standar hidup dan pertumbuhan kawasan tersebut. AGOENG WIJAYA |AP

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.