Thursday, 20 June 2013 | 07:29

The Directorate-General of Taxation ordered Asian Agri to pay nearly Rp2 trillion in
fines for tax evasion.
Thursday, 20 June 2013 | 06:18

The former owner of Bank Century who has been convicted of fraud, has sold a
three-story building housing Bank Mutiara in the Central Java.
Minggu, 04 November 2007 | 07:04 WIB
Tim Pemantau Kelud Kembali ke Pos
TEMPO Interaktif, Kediri:Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung benar-benar dibuat pusing dengan aktifitas Gunung Kelud.
Setelah sempat meninggalkan Pos Pemantauan Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, karena ada tanda-tanda bahwa Kelud akan meletus, tim PVMBG kembali ke pos pemantauan.
"Kelud benar-benar gila," kata Surono, Kepala PVMBG Bandung, Minggu (4/11) dinihari usai semalaman dihajar gempa tremor yang membuat para ahli gunung tancap gas ke kantor Kepolisian Sektor Ngancar.
Hanya kalimat itu yang dikatakan Surono terkait munculnya penurunan aktifitas setelah semalaman situasi sudah menegangkan dan diperkirakan Sabtu (3/11) malam Kelud akan meletus. Selebihnya dia hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya sembari menggeleng-geleng sembari masuk Toyota Kijang Innova plat merah warna silver milik PVMBG, untuk kembali menuju Pos pemantauan Gunung Kelud.
Menurut Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud, Umar Rosadi, saat ini aktifitas gempa tremor mulai mereda. Jika pada Jum’at (3/11) sekitar pukul 16.00 WIB tremor tidak bisa diidentifikasi dan mencapai tahapan over scale, kini juga mulai surut.
Kekuatan amplitudo gempa maksimum yang mencapai angka 35 milimeter kini sudah mulai merangkak turun menjadi 17 milimeter. Sedangkan suhu (temperatur) hingga tadi malam tetap tinggi dan mencapai 52,8 dejarat Celcius. Namun kini mendekati angka 60 derajat Celcius.
"Jadi gempa yang tadi malam sempat dikatakan sebagai over scale, kini juga sudah mulai turun hingga 17 milimeter," kata Umar Rosadi.
Meskipun turun, namun PVMBG menyatakan bahwa saat ini tidak boleh diartikan Kelud telah melewati masa kritis. Karena kemungkinan akan terjadi letusan gunung masih sangat besar. Kita tidak bisa berbuat apa-apa jika ada warga yang tertabrak kendaraan lainnya.
"Kelud memang sedang menguji kesabaran dan keikhlasan Kita. Kami sendiri pusing dibuat oleh Gunung Kelud," kata Umar Rosadi.
Dwidjo U Maksum