ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 15:06
Government owned hospitals start to suffer losses due to the
implementation of the Jakarta Health Card program.
Monday, 20 May 2013 | 14:49
Rafael Benitez leaves in a warm goodbye, turning from nemesis to
savior to Chelsea
Kamis, 01 November 2007 | 20:33 WIB
Yudhoyono Tak Tanggapi Komite Bangkit Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap tidak perlu menanggapi dibentuknya Komite Bangkit Indonesia. "Nggak apa-apa, ini bagian dari demokrasi. Rakyat bisa menilai sendiri," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng di Jonggol kemarin. Presiden, kata Andi, bukan pengamat politik. Yudhoyono tak harus menanggapi gerakan tokoh politik lain. Presiden, kata dia, berfokus bekerja dalam dua tahun akhir masa pemerintahan. "Ada yang mau mulai tebar pesona, kiri kanan kampanye dini pun, silakan aja,” kata Andi. “Ini negara demokrasi.” Andi membantah Presiden selama ini tebar pesona. "Oh nggak. Tugasnya disumpah menjalankan amanat rakyat menjalankan pemerintahan," kata Andi. Dua hari lalu, pakar ekonomi Rizal Ramli membentuk Komite Bangkit Indonesia. Sejumlah tokoh yang hadir menyerukan jalan baru memajukan Indonesia. Mereka yang hadir antara lain, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais, Bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Akbar Tandjung, Bekas Wakil Presiden Try Sutrisno, dan Bekas Panglima ABRI Wiranto. L FANNY FEBIANA

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.