ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Minggu, 14 Oktober 2007 | 15:41 WIB
Pasar Tumpah Di Bekasi Belum Teratasi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasar tumpah di jalan-jalan utama di Kota Bekasi pada hari lebaran kedua mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Misalnya saja di Pasar Kranji dan Pasar Baru di Jalan Juanda. Pasar tumpah di kedua tempat itu menghambat angkutan kota dan bus yang hendak masuk terminal Bekasi. Berdasarkan pantauan Tempo, para pedagang memadati hampir seluruh badan jalan yang sebenarnya berlaku dua arah. Pedagang hanya menyisakan satu jalur seluas 4 meter untuk angkutan kota sehingga angkutan yang berpapasan tidak bisa lewat. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya becak dan sepeda motor. Sehari sebelumnya, Dinas Perhubungan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, telah melakukan penertiban pasar tumpah, tetapi para pedagang tetap saja membandel. Mereka tetap berjualan di badan jalan, mulai dari pedangan sayur-mayur, pakaian, bahkan pedagang bahan-bahan pokok tumplek di badan jalan. "Saat ditertibkan pedagang nurut, tetapi ketika kami pergi mereka tumpah lagi ke badan jalan mengganggu kendaraan yang mau masuk terminal," kata Komando Regu Unit Pelaksana Teknis Dinas Terminal Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tedy Abdul Hakim. Hamluddin

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.