English Version
ENGLISH
| Thursday, 02 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 02 October 2014 | 13:10
US Reports First Confirmed Ebola Case A patient in Dallas, Texas tested positive for the deadly
virus after returning from Liberia two weeks ago.
Thursday, 02 October 2014 | 12:24
10,000 MW Power Plant to be Constructed Every Year Deputy Minister of Energy and Mineral Resources said that to
construct a 10,000 MW power plant requires Rp. 200 trillion
of investment.
Rabu, 10 Oktober 2007 | 11:38 WIB
RELA Bantah Bertindak Kasar pada Istri Diplomat Indonesia
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Direktur Ikatan Relawan Rakyat Malaysia (Rela), Datuk Zaidon Asmuni membantah keras terjadinya sikap kasar anggotanya ketika menahan Musliana Nurdin isteri Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, Imran Hanafi. Insiden ini terjadi Sabtu lalu saat organisasi yang dibentuk pemerintah Malaysia untuk "menyisir pendatang haram" itu melakukan operasi 'Cegah Jenayah dan Operasi Rantau' di daerah Chowkit, Kuala Lumpur. Menurut Harian Metro Malaysia edisi hari ini, dalam operasi itu, sedikitnya 27 anggota Rela dikerahkan untuk menjalankan misi tersebut. "Dalam kesempatan itu, ada dua warga Indonesia yang ditahan, salah satunya Musliana Nurdin karena dicurigai," jelas Datuk Zaidon Asmuni. Muslina baru dilepas setelah anaknya datang membawakan pasor miliknya. BAntahan keras juga datang dari Direktur Undang-undang dan Operasi Imigarsi Putrajaya, Dato' Ishak Mohamad. Ia menilai kasus tersebut telah dibesar-besarkan. "Aparat hanya melakukan pemeriksaan biasa, dan terjadi salah paham ketika Rela meminta menunjukkan paspor tetapi yang ditunjukkan adalah kartu diplomatik yang dikeluarkan oleh Wisma Putra Malaysia. Anggota Rela tidak mengenal kartu yang ditunjukkan itu, makanya diminta agar ahli keluarga Musliana untuk datang membawa paspor miliknya," tegas Ishak Mohamad. T.H. Salengke/TNR