English Version
ENGLISH
| Wednesday, 23 April 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Wednesday, 23 April 2014 | 19:10
Gerindra Beats Democrat in Jember The Democrat Party, which gained the majority of seats in the
council five years ago, had only managed to gained three seats.
Wednesday, 23 April 2014 | 19:06
Golkar Party Still in Search of Running Mate for Ical   Agung Laksono says the Golkar Party needs to find the right vice
presidential candidate that can bolster Ical's relatively-low
electability.
Rabu, 10 Oktober 2007 | 11:38 WIB
RELA Bantah Bertindak Kasar pada Istri Diplomat Indonesia
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Direktur Ikatan Relawan Rakyat Malaysia (Rela), Datuk Zaidon Asmuni membantah keras terjadinya sikap kasar anggotanya ketika menahan Musliana Nurdin isteri Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, Imran Hanafi. Insiden ini terjadi Sabtu lalu saat organisasi yang dibentuk pemerintah Malaysia untuk "menyisir pendatang haram" itu melakukan operasi 'Cegah Jenayah dan Operasi Rantau' di daerah Chowkit, Kuala Lumpur. Menurut Harian Metro Malaysia edisi hari ini, dalam operasi itu, sedikitnya 27 anggota Rela dikerahkan untuk menjalankan misi tersebut. "Dalam kesempatan itu, ada dua warga Indonesia yang ditahan, salah satunya Musliana Nurdin karena dicurigai," jelas Datuk Zaidon Asmuni. Muslina baru dilepas setelah anaknya datang membawakan pasor miliknya. BAntahan keras juga datang dari Direktur Undang-undang dan Operasi Imigarsi Putrajaya, Dato' Ishak Mohamad. Ia menilai kasus tersebut telah dibesar-besarkan. "Aparat hanya melakukan pemeriksaan biasa, dan terjadi salah paham ketika Rela meminta menunjukkan paspor tetapi yang ditunjukkan adalah kartu diplomatik yang dikeluarkan oleh Wisma Putra Malaysia. Anggota Rela tidak mengenal kartu yang ditunjukkan itu, makanya diminta agar ahli keluarga Musliana untuk datang membawa paspor miliknya," tegas Ishak Mohamad. T.H. Salengke/TNR