English Version
ENGLISH
| Thursday, 18 December 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 18 December 2014 | 02:26
Govt Requires Merpati Investors to Settle Airline's Debt    SOE Minister says the government is considering to shut down the
airline or look for potential investors willing to settle its
Rp7.5 trillion debt.
Thursday, 18 December 2014 | 02:18
Tourism Benefits from Rupiah Correction The rupiah depreciation against the US dollar is expected to
boost local tourism by 20 percent
Senin, 01 Oktober 2007 | 14:17 WIB
Bea Cukai Sita Alat Sadap Telepon
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bea dan Cukai Bandar Udara Soekarno Hatta menyita satu paket alat sadap, Universal Monitoring System (UMS) senilai Rp 3 miliar dari Malaysia. "Alat ini bisa digunakan untuk menyadap pembicaraan melalui telepon," ujar Eko Darmanto, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta kepada Tempo hari ini. Menurut Eko, UMS merupakan alat yang bisa digunakan untuk identifikasi saluran telepon untuk mengetahui gerakan siapa menelepon dan siapa yang ditelepon bekerjasama dengan provider."Peruntukannya sangat diawasi karena berkaitan dengan keamanan," kata Eko. Alat sadap itu berhasil terdeteksi ketika barang milik seorang warga Malaysia berinisial A diperiksa dengan alat detektor di terminal kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta, 8 September lalu. Paket itu terdiri atas, monitor, keyboard warna hitam plus tempat hard disk, mesin print dan sebuah bungkusan berbentuk CPU computer yang digunakan untuk menyimpan data. Paket yang dibungkus dalam dus itu ditujukan kepada kedutaan Malaysia di Jalan H.Rasuna Said, Jakarta. Sebelum penangkapan itu, kata Eko, petugas Bea dan Cukai telah mendapat informasi bahwa akan ada seseorang yang membawa barang mahal yang patut dicurigai. Joniansyah