English Version
ENGLISH
| Thursday, 23 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 23 October 2014 | 16:06
PMI Develops Disaster App The app will allow the realtime crowd-sourcing of information
of disasters across Indonesia.
Thursday, 23 October 2014 | 16:02
Semen Indonesia to Build Power Plants in Tuban The power plant will be operated using exhaust gas originated
from Semen Indonesia factories.
Senin, 01 Oktober 2007 | 11:23 WIB
Sertifikasi Guru: Tak Lulus, Ikut Diklat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Guru yang tidak lulus sertikasi lewat jalur penilaian portofolio dapat mengikuti penilaian lewat pendidikan dan latihan (diklat) guru. "Portofolio itu pintu masuk pertama, bukan berarti dia gak lulus," kata Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Fasli Jalal kepada Tempo, Senin. Departemen pendidikan, dia melanjutkan, tidak memaksakan guru lulus lewat portofolio, alasannya pemerintah menyadari ada kesenjangan kesempatan antara guru di perkotaan dan guru di pedesaan. Guru di kota mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai macam seminar, kegiatan atau forum ilmiah, sedangkan guru yang mengajar dan tinggal di pedesaan sangat kecil kemungkinan untuk ikut. Pendidikan dan Pelatihan guru, ujarnya, bukanlah hasil sertifikasi kelas dua. Di dalam materi diklat ada kontak langsung dengan tutor. Tutor dapat langsung menilai bagaimana guru mengajar dan kompetensi sosialnya. "Guru diharuskan mempresentasikan diri dan kemampuan yang dimiliki," katanya. Pada tahap ini, jelasnya, kompetensi guru bukan lagi angka dan piagam. Namun langsung kepada praktek mengajar dan ilmu yang dimiliki. Sebelumnya, ada 20 ribu guru yang terdata untuk kuota sertifikasi 2006. Mereka disertifikasi berdasarkan portofolio oleh 90 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terpilih di seluruh Indonesia. Saat ini, lanjutnya, penilaian masih terus dilakukan. Guru dipersilakan melengkapi data yang dimiliki dan menyerahkannya ke dinas pendidikan setempat. Reh Atemalem Susanti