Saturday, 18 May 2013 | 13:59

"What image did they try to give to the little girls?" asked
Michael Koschitzki, the leader of the feminists group
Saturday, 18 May 2013 | 13:35

Get acquainted with the Museum of Makassar.
Jum'at, 28 September 2007 | 09:20 WIB
Indonesia Perlu Turun Tangan Cegah Insiden Myanmar
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Komisi Luar Negeri DPR, Dedy Djamaluddin Malik meminta agar Indonesia turun tangan untuk mencegah insiden berdarah pada Kamis (27/9) lalu terulang.
"Ke Libanon saja yang jauh Indonesia mengirimkan misi perdamian, apa lagi ini di wilayah yang lebih dekat," ujar politikus Partai Amanat Nasional ini, ketika dihubungi Tempo, Jumat (28/9).
Sebelumnya Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa Bangsa meminta Ban Ki-moon meminta Indonesia membantu mengatasi krisis yang terjadi di Myanmar. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di New York, Amerika Serikat.
"Presiden sudah menginstruksikan Menteri Luar Negeri dan utusan Indonesia di Dewan Kemanan PBB untuk menindaklanjuti permintaan ini," ujar juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal, ketika dihubungi di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/9).
Menurut Dedy, jika pemerintah junta militer Myanmar membandel, maka hubungan diplomatik Indonesia dengan negara itu bisa terganggu. "Bahkan bisa terputus. Tapi, kan ada tahapan-tahapannya," ujar dia.
Raden Rachmadi