ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Kamis, 27 September 2007 | 19:09 WIB
Fortis Bank, Pembeli Karbon Offset Pertama di Lantai Bursa
TEMPO Interaktif, Sao Paulo:Fortis Bank milik konsorsium perusahaan Belgia dan Belanda keluar sebagai pemenang tender yang menandai era baru 'pasar karbon' global. Bank itu telah membayar lebih dari 13 juta euro atau hampir Rp 180 miliar untuk proyek pengolahan sampah Bandeirantes demi hak mengemisikan 800 ribu ton lebih karbon dioksida. Brazilian Mercantile and Futures Exchange (BM&F), kemarin, merilis bahwa harga awal yang ditawarkan dalam pelelangan adalah 12,70 euro per ton dan seluruhnya ada sembilan perusahaan yang saling bersaing. Berdasarkan Kesepakatan Tokyo tentang gas rumah kaca—penyebab bencana pemanasan global, setiap perusahaan yang menghasilkan sejumlah besar polusi karbon dioksida dan metana dapat membeli kredit pemulih citra (offset) dari proyek-proyek yang bertujuan menyingkirkan polutan itu. Fortis Bank berusaha menetralisir citranya dengan ikut membiayai proyek prestisius Bandeirantes Landfill sebagai situs landfill terbesar di Amerika Selatan. Benjamin Vitale, Penasihat Senior untuk Eco-Sistem Pasar dan Keuangan Conservation International, mengatakan, ada dua keuntungan yang terjadi. Pertama, semakin banyak sektor usaha di negara berkembang dapat memperdagangkan aset dan komoditas seperti ini secara reguler seperti kredit emisi penggundulan hutan. "Kedua, kenapa ini penting di Brazil, adalah perdagangan ini membantu dunia tentang perubahan iklim,” jelas Vitale. Dalam proyek Bandeirantes akan dikelola perusahaan swasta Biogás Energia Ambiental dan mengumpulkan gas metan yang diproduksinya untuk membangkitkan energi listrik. Landfill Bandeirantes yang terletak di tepi utara Sao Paulo saat ini sudah berupa gunungan 30 juta ton sampah setinggi 100 meter. (bbc/ap/bnamericas)

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.