English Version
ENGLISH
| Friday, 19 September 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Friday, 19 September 2014 | 18:40
Papuans Reject Special Autonomy Plus OPM: Special Autonomy Plus is a waste of time.
Friday, 19 September 2014 | 18:22
BI Intervenes as Rupiah Keeps Sliding Indonesia's market is still fragile, which makes it
susceptible to fluctuations, says the Deputy Senior Governor
of Bank Indonesia.
Kamis, 13 September 2007 | 13:09 WIB
Stok Makanan di Bengkulu Aman
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Seksi Monitoring Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Alam Departemen Sosial, Adi Karyoto, mengatakan stok makanan di Bengkulu aman. Sebab, tiga bulan lalu pemerintah telah mengirimkan makanan ke sana. Selain itu, menurut Adi, stok peralatan tanggap darurat juga masih cukup. Tercatat ada 1.600 paket peralatan dapur untuk keluarga, 6 genset, 25 tenda pleton, dan 250 velbed, serta 1.500 paket sandang. Departemen Sosial sudah mengirimkan tim yang terdiri dari lima orang untuk melakukan pengkajian cepat dan monitoring di lapangan. "Mereka juga akan membantu penyaluran logistik," katanya. Selain itu, Departemen Sosial sudah berkoordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (Taguna) Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Taguna dari dua provinsi ini akan ke Bengkulu untuk membantu penanganan darurat. Gempa 7,9 skala Richter kemarin mengguncang Bengkulu. Gempa mengakibatkan listrik padam dan komunikasi terputus. Dinas Sosial provinsi mencatat, ada 167 rumah di Kota Bengkulu yang rusak berat. Adi mengatakan, data Dinas Sosial setempat hingga siang ini menyatakan enam orang meninggal karena gempa, dan 29 orang luka-luka. Saat ini, masih ada sekitar 500 kepala keluarga yang mengungsi di daerah pegunungan. "Mereka masih takut terjadi tsunami," katanya. PRAMONO