ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 07:27
Tempo interviews State Intelligence Agency Chief, Lt. Gen. (ret) Marciano Norman.
Thursday, 23 May 2013 | 06:20
From Tempo's findings, Labora calls himself an 'entrepreneur' on his ID card,

although he still lists his profession as policeman on his family card.
Selasa, 11 September 2007 | 15:04 WIB
Indonesia Siap Produksi Tamiflu
TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Indonesia melalui PT Indofarma akan segera memproduksi Tamiflu, obat untuk mengatasi flu burung itu. “Tahun ini semoga sudah bisa diproduksi,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, Selasa. Saat ini cadangan tamiflu mencapai 12 juta dosis yang disebar sampai ke puskesmas-puskesmas dan dapat diperoleh secara gratis. Sebenarnya terdapat dua jenis obat yang mengandung Tamivir itu. Yakni, jenis yang diimpor kemudian diracik sendiri, tapi belum diproduksi dan satu lagi adalah yang sudah masuk dalam kapsul. Tamiflu sejatinya hanyalah obat pilek yang sangat kuat dan bukan jaminan bagi penyembuhan flu burung. Itu karena efektifnya hanya 2 x 24 jam saja. Namun, obat ini dibutuhkan untuk pencegahan awal. Pada bagian lain Aburizal menyatakan, Indonesia tidak menolak adanya pembagian strain virus untuk pembuatan vaksinnya. Sebab, Indonesia berharap akan menjadi bagian dari dunia yang sedang mengalami masalah ini. Yang dibutuhkan hanyalah kejelasan prosedur untuk penggunan strain itu. Senior Coordinator for Avian and Human Influenza (SIC) PBB Dr David Nabbaro membenarkan, saat ini sudah tidak ada masalah lagi berkaitan dengan pertukaran data dan material virus. Perdebatan yang terjadi sebatas keinginan agar terdapat akuntabilitas bahwa virus itu digunakan untuk pemecahan sebuah masalah. “Kita membutuhkan lingkungan yang bisa saling mempercayai dan bekerjasama,” tegasnya. Rofiqi Hasan

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.