, 19 May 2013 | 12:37

A study shows that women can live longer than men because
women's immune system age more slowly.
, 19 May 2013 | 11:51

The visit is to help students to gain understanding on some
factual problems in the development of Indonesia
Senin, 10 September 2007 | 14:45 WIB
Tahun Ini Siapapun Bisa Menyaksikan Hilal
TEMPO Interaktif, Surabaya:
Mulai tahun ini, hilal dapat disaksikan bersama-sama. Departemen Komunikasi dan Informasi akan memberikan bantuan fasilitas teknologi informasi dalam menentukan awal ramadhan 1428 H.
Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, melalui teknologi itu setiap orang melalui mata telanjang dapat melihat hilal. Sebuah teropong digital akan menangkap hilal lalu disebarluaskan melalui televisi dan internet.
Munculnya hilal juga bisa diamati detik per detik. “Depkominfo hanya sebagai pendukung untuk membantu melihat hilal. Keputusan tentang jatuhnya awal atau nanti akhir Ramadhan sepenuhnya ada di Departemen Agama,” kata Mohammad Nuh dalam rilisnya hari ini.
Teknologi itu telah diuji coba melihat hilal pada permulaan bulan Sya’ban lalu dengan bantuan teropong bintang di observatorium Boscha di Bandung. Bulan bisa dilihat meski awan tampak menyelimuti langit.
Mohammad Nuh mengatakan, nantinya teknologi informasi itu akan diperbantukan di lima titik pantauan yaitu di Makassar yang dipusatkan di Tanjung Bunga JTC; Semarang di Masjid Agung Semarang; Bandung di Observatorium Boscha, Lembang; Aceh di Pantai Lok Ngah. Adapun di Jawa Timur pantauan dilakukan di bukit Cindripuro, Gresik.
Sang menteri berharap, teknologi ini akan meminimalisir perdebatan atau perbedaan dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan. Dengan teknologi itu, kata mantan rektor Institut Teknologi Surabaya ini, hilal tidak lagi eksklusif, melainkan bisa disaksikan siapa saja.
Rohman Taufiq