ENGLISH
| Saturday, 18 May 2013 |
INDONESIA
Jum'at, 07 September 2007 | 20:37 WIB
Rusia Impor Uranium Australia
TEMPO Interaktif, Sydney: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Australia John Howard hari ini menandatangani pakta kerja sama ekspor uranium Australia ke Rusia. Kesepakatan itu terjadi di sela-sela forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Sydney, Australia. Negeri Kanguru itu menguasai 40 persen cadangan uranium dunia dan telah mengekspor mineral tersebut ke 36 negara, tapi Australia sendiri tak punya program energi nuklir. Nilai ekspor uranium ke Rusia itu tak diumumkan. Namun, sebuah komisi Senat Australia tahun lalu menyatakan kesepakatan penjualan uranium dengan Cina seharga US$ 205 juta (atau Rp 1,93 triliun) per tahun. "Kesepakatan ini mengizinkan pasokan uranium Australia dipakai dalam industri tenaga nuklir sipil Rusia dan memberi kerangka bagi kerja sama yang lebih luas di bidang kegiatan nuklir untuk tujuan damai," kata Howard seusai bertemu dengan Putin. Sebelumnya Howard menyatakan Australia menuntut syarat tertentu untuk kesepakatan ini. "Syarat dari penjualan uranium kita adalah kita meminta jaminan seperlunya yang memastikan bahwa ia tak akan disalurkan ke Iran dan Suriah," kata Howard kepada radio lokal. Namun, ketika wartawan menanyakan kemungkinan Rusia menjual kembali uranium itu ke Teheran, Putin menampiknya. "Jika kami perlu menjual uranium ke negara lain, cadangan kami sendiri sudah mencukupi," kata Putin. Dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat pada tahun 1993, Rusia berjanji akan mengubah 500 ton sisa uranium yang telah diperkaya miliknya menjadi uranium dengan tingkat lebih rendah untuk bahan bakar pembangkit tenaga nuklir Amerika. Sisa uranium Rusia itu cukup untuk membuat 20 ribu senjata nuklir. | AFP | THE MOSCOW TIMES | IWANK

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.