ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Kamis, 06 September 2007 | 20:02 WIB
Program Konversi Sesuai Jalur
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) menjamin pengawasan dan distribusi minyak tanah ke masyarakat akan diperbaiki untuk mendukung lancarnya program konversi minyak tanah ke gas atau elpiji. Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno mengatakan, dari hasil evaluasi program ini ditemukan terjadinya kelangkaan minyak tanah bukan akibat program konversi ini tetapi akibat penggunaan yang melebihi kuota. "Hasil evaluasi sudah saya sampaikan ke Wakil Presiden, hasilnya program konversi ini sesuai jalur (on the right track)" ujarnya, di Kantor Wakil Presiden, Kamis (6/9). Ari mencontohkan, kasus di Tegal, Ngawi dan Nganjuk yang belum ada program konversi, minyak tanah digunakan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga. "Tapi juga tetapi digunakan untuk hal lain misalnya untuk menghidupkan pompa air dan diesel kapal," katanya. Kalau di tempat yang belum ada konversi, kata dia, antrean itu terjadi karena hal itu. Menurut Ari, kuota minyak tanah pertahun ditetapkan sebanyak 9,6 juta kilo liter. Untuk daerah-daerah yang program konversinya sudah jalan,maka minyak tanah ditarik sesuai dengan kapasitas elpiji yang sudah masuk. "Kalau ada antrean, berarti ada kebutuhan di luar kebutuhan rumah tangga," tuturnya. ANTON APRIANTO

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.