Saturday, 18 May 2013 | 19:50

Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14

French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 14:45 WIB
Polisi Usut Jaringan Pekerja Seks Asal Cina
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi mengusut jaringan pekerja seks asal Cina, setelah menangkap penculik wanita penghibur pada Kamis (30/8). "Sedang didalami oleh intelijen," kata Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Adang Firman usai Salat Jumat di Jakarta (31/8).
Kamis lalu, polisi menangkap dua orang yang menculik seorang penghibur yang bekerja di sebuah tempat karaoke di Tamansari, Jakarta Barat. Reserse membekuk pelaku di sebuah apartemen di Sunter, Jakarta Utara, tempat korban disekap. Salah satu pelaku ditembak, sementara temannya terluka saat meloncat kabur dari lantai empat apartemen.
Kedua pelaku, warga negara Cina Wo Chun Hua dan Wu Giong Ming, kini dirawat di RS Polri Kramat Jati. Saat menyekap sejak korban asal Cina yang bernama Zeng Yue Lan, 23 tahun, pelaku meminta tebusan Rp 15 juta ke germo bernama Cheung Kin Chiu alias Valen. Valen melapor ke polisi pada Rabu lalu. Sementara kedua pelaku adalah pengusaha spare part motor.
Menurut Kepala Unit I Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Komisaris Jarius Saragih, pihaknya mendahulukan pidana penculikan yang terjadi lebih dulu. Namun dia memastikan, polisi akan menelusuri dugaan jaringan pemasok pelacur warga Cina. "Kami akan periksa dari korban (Zeng Yue Lan)," ujarnya, ditemui terpisah. Kata Jarius, reserse sudah mendapat arahan untuk mengusut jaringan itu. Ibnu Rusydi