English Version
ENGLISH
| Saturday, 01 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Saturday, 01 November 2014 | 02:18
Low Oxygen 'Delayed Life on Earth'   Animals took so long to evolve and thrive on Earth because of
incredibly low levels of oxygen during a period of billion years
ago, scientists say.
Saturday, 01 November 2014 | 02:08
Nexus 6 Available on Playstore Nexus has yet to make an official statement on whether the
smartphone will be available in international markets.
Kamis, 30 Agustus 2007 | 22:59 WIB
Perdana Menteri Malaysia Meminta Maaf Kepada Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia atas insiden pemukulan terhadap ketua wasit kejuaraan karate, Donald Luther Pieter Colopita. "Malam ini sekitar pukul 20.00 WITA, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima telepon dari Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi yang menyesalkan dan meminta maaf atas kejadian tersebut," kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam konferensi pers di Istana Tampak Siring Bali, Kamis (30/8). Abdullah, kata Dino, menganggap peristiwa itu tak perlu terjadi. Kedua kepala pemerintahan itu berbicara dalam suasana akrab, "Layaknya dua saudara." Yudhoyono, kata Dino, menghargai niat baik, upaya, dan pernyataan Badawi. "Pernyataan itu menunjukkan sikap arif Perdana Menteri Abdullah Badawi," kata Dino. Kedua pemimpin negara menyepakati persoalan diselesaikan lewat jalur hukum. Empat polisi Malaysia, penganiaya Donald, telah diskors dan dipotong separoh gajinya. Terhadap tindakan itu, kata Dino, Presiden menghargai tanggapan cepat dari Malaysia. Yudhoyono berharap semua pihak tidak terpancing emosi menanggapi masalah ini. Apalagi Kepala Kepolisian Diraja Malaysia juga telah mengirim surat berisi penyesalan dan permintaan maaf kepada Donald. "Permintaan maaf tersebut diantarkan sendiri oleh Duta Besar Malaysia kepada Saudara Donald Colopita di rumah sakit," kata Dino. FANNY FEBIANA