English Version
ENGLISH
| Thursday, 23 October 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 23 October 2014 | 17:52
Bakery Industry Depends on Imported Wheat Lands in Indonesia are insufficient to step up wheat
production.
Thursday, 23 October 2014 | 17:12
Mayor Pledges to Ease Congestion in Bogor Bogor Mayor Bima Arya Sugiarto says the congestion in Bogor
is attributable to the city's poor spatial planning.
Senin, 13 Agustus 2007 | 14:27 WIB
Pemerintah-BI Waspadai Gejolak Global
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mewaspadai dampak gejolak ekonomi global, pemerintah dan Bank Indonesia mempererat koordinasi kedua lembaga. Hal itu, terungkap seusai breakfast meeting di Gedung Radius Prawiro, Bank Indonesia, Jakarta, hari ini. Acara yang tertutup bagi pers itu dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan jajaran Dewan Gubernur BI. Beberapa pejabat eselon satu Departemen Keuangan dan Chairman Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) Raden Pardede pun turut serta. Pemerintah dan BI menggunakan FSSK sebagai medium koordinasi itu. Forum itu, menjadi semacam protokol bagi kedua pihak untuk bersama-sama menjaga momentum (pertumbuhan ekonomi) saat ini supaya tidak terjadi gangguan atau perubahan yang tidak perlu. "Kami punya FSSK. Kami melakukan mekanisme untuk meneliti apakah ada kerawanan atau tidak (dari gejolak global ini). Potensinya di mana, dan kalau (perlu) ada perubahan kebijakan, bagaimana koordinasinya," kata Sri Mulyani saat dicegat wartawan seusai acara. AGUS SUPRIYANTO