Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 07 Agustus 2007 | 04:40 WIB
Tarif Promosi Lebih dari 6 Bulan Diminta Menjadi Tarif Tetap
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta operator telekomunikasi mengubah tarif promosi menjadi tarif tetap bila telah dipromosikan selama lebih dari enam bulan. Supaya pelanggan mendapat kejelasan soal tarif yang berlaku.
Anggota BRTI, Heru Sutadi, mengatakan pelanggan menganggap tarif promosi yang diterapkan operator dalam jangka waktu yang lama sebagai tarif tetap. Sehingga pelanggan memilih layanan telekomunikasi operator itu dengan anggapan tarif yang dikenakan murah.
Operator, kata Heru, bisa dikatakan membohongi publik bila tarif promosi itu dihentikan setelah cukup lama diberlakukan. “Bila itu terjadi maka operator sendiri yang akan rugi," kata Heru di Jakarta kemarin. Contohnya seperti tarif promosi Rp 1000 per jam untuk setiap percakapan ke sesama pengguna Esia sudah berlangsung lebih dari setahun.
Masyarakat, kata dia, sudah menganggap tarif itu sebagai tarif resmi Esia. Begitu juga dengan tarif Flexi sebesar Rp 49 per menit juga tarif promosi yang sudah berlangsung sejak akhir 2006. "Tarif itu sebaiknya segera diubah menjadi tarif tetap, kalau tidak masyarakat bisa tertipu," katanya.
Eko Nopiansyah