Friday, 24 May 2013 | 19:33

The units will be sealed based on several reasons.
Friday, 24 May 2013 | 19:25

The cards will be distributed next Tuesday (May 28) or Wednesday
(May 29).
Jum'at, 20 Juli 2007 | 16:03 WIB
Demo Bantar Gebang Ricuh
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekitar 50 mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Bekasi (Ampibi) terlibat bentrok dengan anggota Satuan Pengamanan Pamong Praja (Sat Pol PP) saat demo menuntut agar tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Bantar Gebang ditutup, hari ini.
Bentrok terjadi ketika salah seorang anggota Sat Pol PP menanyakan surat izin berdemo. Karena tidak ada izin, petugas meminta demo bubar. Tapi para pengunjuk rasa memaksa masuk ke gedung Pemerintahan Kota Bekasi.
Sekitar 20 anggota Satpol PP mencegah aksi itu. Dua orang petugas merebut mega phone yang digunakan mahasiswa berorasi lalu merusaknya. Anggota Sat Pol PP lainnya menedangi beberapa mahasiswa agar membubarkan diri.
Joko Purnomo, koordinator aksi mengaku mendapat pukulan di bagian kepala. "Kami hanya ingin berdialog dengan wali Kota Achmad Zurfaih," kata Joko kepada Tempo.
Bentrok berlanjut ketika peserta aksi berorasi di depan pintu masuk gedung Pemerintah Kota Bekasi. Sugeng Wiyono, peserta demo yang juga Ketua Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) Cabang Bekasi, sempat diamankan petugas. "Kami memang tidak mengirim surat secara resmi, tetapi rencana demo sudah disampaikan secara lisan," katanya.
Sebelumnya, unjuk rasa serupa dilakukan pada Kamis dan Jumat lalu. Para masiswa mempertanyakan hasil pajak sampah Rp 1,5 miliar per bulan kepada pemerintah.
Kepala Seksi Operasional Sat Pol PP, Widityawarman mengatakan, bawahannya terpaksa bertindak keras karena aksi tersebut tidak berizin.
Hamluddin