Rabu, 18 Juli 2007 | 13:43 WIB
Tangerang Terancam Krisis Listrik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wilayah Tangerang dan sekitarnya diprediksikan akan mengalami krisis listrik dalam 11 bulan kedepan. Pasalnya, pasokan listrik di gardu induk milik PLN Tangerang sudah overload atau kelebihan beban.
"Dalam 11 bulan kedepan akan lebih sering terjadi pemadaman," ujar Nurmansyah Manager Area Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang kepada Tempo, hari ini. Menurut dia, indikasi tersebut, sudah mulai terlihat dengan adanya gangguan sistem penyaluran listrik di gardu induk PLN Jaya Kembangan.
Selasa petang kemarin, pasokan listrik menurun sehingga mempengaruhi sistem penyaluran listrik di 11 gardu induk yang ada diwilayah Tangerang. Akibatnya, listrik padam hingga beberapa jam di 13 kecamatan. "Sekitar 6000 pelanggan mengalami pemadaman," kata Nurmansyah.
PLN Tangerang, kata Nurmansyah, telah melakukan manuver-manuver pasukan listrik terhadap gardu induk. Misalnya, gardu induk di Kembangan dari 500 kilovolt menjadi 150 kilovolt. Sementara 11 gardu induk PLN di Tangerang meliputi Jatake, Lengkong, Serpong, Tangerang, Pasar Kemis, Maxi, Cikupa, Tigaraksa, Teluk Naga, Legok, dan Bintaro dari 150 kilovolt menjadi 20 kilovolt. Sementara pendistribusian pasokan listrik ke pelanggan dari 20 kilovolt menjadi 220 MVA.
Kondisi ini, kata Nurmansyah, masih akan terus berlangsung jika beban penggunaan arus listrik tidak dikurangi. Sementara berdasarkan pantauan Tempo dari pagi hingga siang ini, di beberapa wilayah seperti Serpong, Legok, dan Tangerang, lampu belum menyala dengan normal dan sering padam setiap satu jam sekali.
JONIANSYAH