Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 17 Juli 2007 | 19:06 WIB
Pembahasan Liberalisasi Penerbangan ASEAN Dilanjutkan
TEMPO Interaktif, Jakarta:ASEAN Air Transport Working Group (ATWG) akan melanjutkan pembahasan rancangan perjanjian multilateral angkutan udara sekawasan dalam sidangnya ke-16 di Bali 19-20 Juli nanti. Perjanjian multilateral itu dalam rangka menuju liberalisasi penerbangan ASEAN tahun 2015 mendatang.
Dalam siaran pers Departemen Perhubungan, Selasa (17/7) dijelaskan, Tim ATWG belum menuntaskan sejumlah pasal-pasal perjanjian. Pasal yang tertunda di antaranya mengenai aspek wilayah, safeguard, final provision, serta pelaksanaan kebebasan ketiga dan keempat untuk angkutan udara penumpang di semua kota di negara-negara ASEAN tahun 2012, dan kebebasan kelima tahun 2015.
Kebebasan ketiga adalah hak untuk menurunkan penumpang/barang di negara mitra dari negara asal pesawat. Keempat, untuk menaikkan penumpang/barang dari negara mitra ke negara asal pesawat. Kelima, hak untuk menaikkan penumpang/barang dari negara mitra dan menurunkan ke negara ketiga, sebaliknya.
Adapun butir-butir perjanjian liberalisasi angkutan udara untuk kargo relatif tidak banyak yang tertunda. Saat ini telah ada Memorandum of Understanding yang disepakati oleh negara-negara ASEAN yaitu masing-masing dapat mengangkut kargo maksimum 250 ton per minggu per negara dengan tempat-tempat yang telah ditetapkan.
Sidang ATWG ke-16 rencananya akan dibuka (opening ceremony) oleh Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan Wendy Aritenang pada tanggal 19 Juli 2007 pukul 09.00 WITA bertempat di Ramada Hotel Bintang Bali, Denpasar.
Sidang juga akan mengagendakan larangan terbang pesawat Indonesia ke Eropa. Agenda pembahasan lain juga menyangkut peningkatan kerja sama penerbangan sipil antara ASEAN dengan India, Jepang, dan Uni Eropa serta Amerika Serikat.
Harun Mahbub