ENGLISH
| Saturday, 18 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Senin, 16 Juli 2007 | 17:07 WIB
Pemerintah Optimistis Privatisasi BNI Capai Rp 8 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah optimistis privatisasi yang dilakukan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) akan mencapai Rp 8 triliun. Sebab, menurut Deputi Meneg BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Mahmuddin Yasin pelaksanaan privatisasi ini yang dilakukan melalui right issue dan secondary public offering (SPO) dilakukan pada saat yang tepat di mana kondisi makro ekonomi Indonesia kondusif. "Pemerintah optimistis privatisasi BNI akan memperoleh hasil yang besar. Bisa di atas Rp 8 triliun, " katanya saat membacakan pidato Menteri BUMN Sofyan Djalil dalam acara Due Diligence dan Public Expose BNI di Hotel Mulia Jakarta, Senin (16/7). Dengan pencapaian yang cukup besar dari privatisasi yang dilakukan oleh BNI itu, maka dapat memberikan tambahan bagi penerimaan negara ke setoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2007. BNI kembali melakukan penawaran saham kepada masyarakat umum melalui dua program yaitu penawaran umum terbatas dua dan penawaran umum atas kepemilikan saham negara Republik Indonesia di BNI (SPO). Suryani Ika Sari

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.