Friday, 24 May 2013 | 21:52

OPM Coordinator of the National Defense Military, Lambert
Pekikir, stated that voicing protests to the U.K. for supporting
OPM would be meaningless.
Friday, 24 May 2013 | 21:38

The prosecutors charged Brig. Wijaya, the suspect that sparked
the attack and arson on the OKU Police Department, with second
degree murder.
Kamis, 05 Juli 2007 | 08:15 WIB
Ba'asyir Diajukan Sebagai Calon Presiden Alternatif
TEMPO Interaktif, Solo:Bertepatan dengan peringatatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Panitia Persiapan Kepemimpinan Nasional (PPKN) akan mendeklarasikan kepemimpinan alternatif jalur independen.
Sepuluh nama tokoh akan diusung menjadi calon presiden, salah satu diantaranya adalah Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir. Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, yang pernah dituduh sebagai pemimpin Jamaah Islamiyah ini ditempatkan sebagai orang nomor satu dalam 10 nama pemimpin alternatif tersebut.
Ketua PPKN, Fauzan Al Anshori mengatakan deklrasi tersebut akan dilakukan di Sekretariat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta, Kamis (5/7) pukul 13.00 WIB. Ba'asyir dipastikan hadir dalam acara tersebut.
Menurut Fauzan, momentum peringatan dekrit presiden 5 Juli 1959 yang menyatakan kembali ke UUD 1945 akan dimanfaatkan untuk mendesakkan pimpinan alternatif yakni mencari pemimpin yang bersedia menjalankan UUD 1945 sesuai dengan semangat Piagam Jakarta.
“Kami mengangap semua presiden yang telah memimpin Indonesia, telah berkhianat kepada UUD 1945 yang sebenarnya jiwanya adalah Piagam Jakarta," kata Fauzan saat dihubungi, TEMPO, Kamis pagi.
Ba'asyir yang akan dikonfirmasi soal pencalonan itu ternyata sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Menurut Abdurrakhim, salah satu putra Ba'asyir, ayahnya memang hari ini memiliki acara di Jakarta, yakni menghadiri peresmian pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GPI.
Namun ia memastikan ayahnya tidak pernah memiliki keinginan menjadi presiden dan tidak ingin dicalonkan sebagai presiden. "Undangan yang diterima Abi (ayah) adalah deklarasi LBH GPI, tidak ada acara pencalonan presiden, apalagi sampai Abi yang dicalonkan," kata dia.
Abdurrakhim mengakui kalau sebelumnya pernah mendengar ada sekelompok orang yang mendorong pendeklarasian Ba'asyir fof President. Namun Ba'asyir menolak pencalonan tersebut. Selain kemampuan, kata Abdurrakhim, sistem kepemerintahan saat ini tidak memungkinkan tokoh seperti ayahnya mencalonkan diri. "Keluarga menolak pencalonan itu. MMI saya dengar juga tidak setuju," ujarnya. Imron Rosyid