ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Sabtu, 30 Juni 2007 | 13:40 WIB
Aparat Keamanan Mengaku Kecolongan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI mengaku kecolongan atas insiden pengibaran bendera RMS dalam peringatan Hari Keluarga Nasional di Ambon, Jum'at (29/6) pagi. Petinggi ke dua lembaga itu berjanji akan mengevalusi seluruh jajaran akibat insiden yang disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. "Memang ada ketidakcermatan, kelalaian, tidak proaktif, maupun inisiatif yang tinggi dari petugas dilapangan untuk mencegah penari masuk lapangan," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dalam keterangan persnya di Kantor Kementrian Poitik dan Keamanan Jakarta. Djoko yang didampingai Kepala Kepolisiaan RI Jenderal Sutanto berjanji akan mengevalusi seluruh jajaranya yang terlibat dalam pengamanan acara tersebut. "Evaluasi akan dilanjutkan dengan langkah apa yang harus kami lakukan," Kata Sutanto. ERWIN DARIYANTO

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.