, 19 May 2013 | 16:54

China will build two more research stations in Antarctica.
, 19 May 2013 | 16:44

Due to the low price of fresh milk and the rise of beef price,
many farmers turn their dairy cows to be beef cattle
Jum'at, 29 Juni 2007 | 09:14 WIB
Kejaksaan Bali Usut Dugaan Korupsi Rp 2,7 Miliar Dana Askes bagi Wagra Miskin
TEMPO Interaktif, Denpasar:Badan Pemeriksa Keuangan menemukan indikasi penyimpangan dana Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin di Bali Rp 2,7 miliar. Koordinator Jaksa Penyidik Nyoman Rudju menyatakan, pihaknya telah memperoleh hasil pemeriksaan BPK dan akan menggunakannya untuk dijadikan alat bukti.
?Secara hukum, dugaan kerugian negara menjadi makin kuat karena dinyatakan oleh lembaga yang berwenang,? katanya, Jum?at (29/6).
Hasil pemeriksaan BPK yang dilakukan awal pekan ini , kata Rudju, juga akan dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus ini.
Sejauh ini, baru satu tersangka yang telah ditetapkan Kajati Bali. Yakni, IGA Mayani, seorang staf di bagian entry data RSUP Sanglah.
Mayani berperan dalam membuka rekening di BNI 46 Denpasar yang dijaidkan tempat penampungan dana Askeskin. Belakangan, rekening itu dinyatakan sebagai rekening illegal oleh RSUP Sanglah.
Kasus korupsi sendiri mulai terungkap ketika Dirut RSUP Sanglah I Gusti Lanang Rudiartha merasa belum menerima pembayaran klaim obat pasien miskin dari PT Askes senilai Rp 2,3 M. Padahal Pihak PT Askes merasa sudah membayar lunas. Ini dibuktikan dengan lima lembar aplikasi transfer dana ke BNI Renon. PT Askes selalu menyertakan bukti setoran yang tidak pernah disanggah oleh pejabat RS Sanglah.
Rofiqi Hasan