ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 02:03
In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06
Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Jum'at, 22 Juni 2007 | 08:31 WIB
Rupiah Diperkirakan Bertahan di Kisaran Rp 9000
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kurs rupiah diperkirakan belum akan menguat pekan ini. Nilai rupiah tertahan oleh sejumlah faktor, terutama faktor internal berupa statement. Analis pasar uang Currency Management Group, Farial Anwar, menyatakan rupiah masih akan bergerak dalam kisaran yang lebar. "Kalau diatas 6000 seharusnya penguatan itu ada, pasar melihat rupiah berkisar pada 8800 hingga 8900," kata Farial, Jumat (22/2). Bank Indonesia merasa nyaman bila rupiah pada nilai 9000 per dollar Amerika. Faktor internal lainnya yakni pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yakni ada tidaknya aksi profit taking. Sementara untuk faktor eksternal, kata Farial, lebih dipengaruhi oleh perkiraan potensi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan harga minyak yang masih berkisar antara US $ 66-69 per barel. Tetapi dia pesimis adanya kenaikan suku bunga di Amerika Serikat seperti diperkirakan oleh para analis. "Kalau suku bunga baik, maka akan jadi beban ekonomi Amerika Serikat. Saya tidak melihat potensi terebut," kata Farial. Sedangkan pekan depan, diperkirakan pasar masih akan menunggu kebijakan Federal Open Market yang akan menentukan naik tidaknya suku bunga. "Ini pada pertengahan pekan depan, masih menjadi perhatian pasar," ujarnya. Kalaupun terjadi kenaikan suku bunga, dia memperkirakan rupiah bergerak tidak akan jauh dari 9000. Sedangkan bila terjadi aksi profit taking, kisaran rupiah tidak akan jauh dari 9150. dian yuliastuti

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.