ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Rabu, 20 Juni 2007 | 08:47 WIB
UNS Sisakan 9.290 Formulir SMPB
TEMPO Interaktif, Solo:Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo hanya menyisakan 9.290 formulir pada hari kedua pendaftaran. Padahal masa pendaftaran SPMB masih akan dibuka hingga 29 Juni mendatang. Dari 12.450 formulir yang disediakan, 3.160 formulir sudah diborong lulusan SLTA pada hari pertama, Selasa kemarin. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi lonjakan hampir tiga kali lipat karena tahun lalu pada hari pertama pendaftaran SPMB penjualan formulir hanya 1.275 lembar. Ketua Panitia SPMB Lokal UNS, Ravik Karsidi menduga formulir SPMB pada hari pertama pendaftaran itu diborong oleh siswa lulusan tahun lalu yang ingin kembali mencoba menembus perguruan tinggi negeri (PTN). Meski terjadi kenaikan, tapi menurut dia calon mahasiswa baru tidak perlu mengkhawatirkan mengenai ketersediaan formulir pendaftaran tersebut. "Kenaikan ini sudah diprediksikan sebelumnya karena itu kami memesan 15 ribu formulir tetapi yang sudah stand by di loket 12.4250. Bila masih kurang, masih ada tambahan dari Panitia SPMB regional II," kata dia saat dihubungi, Rabu pagi. Perkiraan kenaikan pendaftar pada SPMB tersebut berdasarkan atas kenaikan jumlah kelulusan siswa SLTA tahun ini di samping banyaknya lulusan SLTA tahun 2006 dan 2005 yang tidak tertampung di bangku PTN. Pada tahun ini, UNS menyediakan 2.250 kursi untuk 52 program studi, termasuk 3 program studi baru diantarnya ilmu komputer dan PGSD S1. Imron Rosyid

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.