ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Jum'at, 01 Juni 2007 | 15:43 WIB
Kasus Flu Burung ke 98 Terjadi di Grobogan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus flu burung ke 98 terjadi Grobogan, Jawa Tengah. SA, laki-laki 45 tahun, warga Dusun Paito, Ringinharjo, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, diketahui mengidap flu burung berdasarkan hasil tes yang dilakukan Departemen Kesehatan. "SA meninggal pada 28 Mei lalu," tulis Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, Lily Sulistyowati dalam siaran pers yang dikirim ke Tempo. Ia menjelaskan, SA menunjukkan gejala sakit sejak 17 Mei. Suhu tubuhnya mencapai 39,3 derajat celcius, batuk, dan sesak nafas. Kadar haemoglobin, leukosit, dan trombosit SA juga menurun drastis. Dua hari kemudian, SA berobat ke dokter umum, dan dua hari berikutnya ke Puskesmas Gubug. Pihak Puskesmas merujuk SA ke Rumah Sakit Umum Purwodadi. Tanggal 26 Mei, SA dibawa ke Rumah Sakit Ario Wirawan Salatiga. Hari itu juga, ia dipindahkan ke Rumah Sakit Dr. Muwardi, Solo. Sebelum sakit, SA diketahui melakukan kontak dengan ayam mati. Di kampungnya, ditemukan banyak ayam sakit dan mati. SA juga menyembelih, memasak, dan memakan ayam yang sakit atau mati itu. Dengan kasus ini, sudah 78 orang meninggal karena flu burung. Jumlah penderita dan pasien yang meninggal karena flu burung merupakan tertinggi di Indonesia. Angka kematian kasus (case fatality rate) flu burung pada manusia menjadi 79,59. Artinya, dari lima orang penderita flu burung, empat di antaranya meninggal. Kasus flu burung pada manusia terjadi di 11 provinsi dan 37 kabupaten/kota. Provinsi yang memiliki kasus tertinggi adalah Jawa Barat dengan 29 kasus, 23 di antaranya meninggal. Jakarta menempati posisi kedua dengan 25 kasus, 22 meninggal. Posisi ketiga ditempati Banten dengan 12 kasus, 10 meninggal. PRAMONO

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.