Senin, 28 Mei 2007 | 00:11 WIB
Tim Penilai Independen Condong Pilih Kemilau
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tim penilai independen untuk penjualan aset kredit dan saham Grup Dipasena mengaku condong memilih PT Kemilau Bintang Timur sebagai pemenang lelang. Alasannya, perusahaan ini dinilai mampu membawa perbaikan terhadap Dipasena karena dimotori oleh pengusaha-pengusaha muda yang mempunyai idealisme tinggi.
"Alasannya sederhana. Tapi sayang, itu saja tak cukup untuk menjadikan Kemilau Bintang sebagai pemenang," kata anggota tim penilai independen, Pradjoto, kepada Tempo, Sabtu lalu, di Jakarta.
Menurut dia, dari hasil penggabungan nilai tim dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Kemilau Bintang ternyata tidak memenuhi passing grade atau standar nilai minimal yang telah ditentukan.
Pradjoto menuturkan, tim penilai independen dan PPA melakukan rapat terpisah untuk menilai proposal penawaran serta isi materi presentasi yang diajukan tiap-tiap calon pembeli. Selain PT Kemilau Bintang Timur, calon investor lainnya adalah konsorsium Neptune.
Menurut dia, akumulasi penilaian hasil rapat tim dan PPA-lah yang menentukan konsorsium Neptune sebagai pemenang penjualan tambak udang di Lampung ini. "Tim penilai independen tidak tahu seperti apa cara PPA memberi penilaian," tutur Pradjoto. "Yang jelas, setelah itu, dilakukan akumulasi nilai."
PPA pada Kamis lalu menetapkan konsorsium Neptune, yang dimotori PT Central Proteinaprima Tbk., sebagai pemenang tender penjualan Grup Dipasena. Konsorsium dalam negeri ini dinilai layak menjadi investor Dipasena karena, secara perencanaan bisnis dan kemampuan finansial, sangat mendukung upaya revitalisasi tambak udang terbesar di Asia itu.
Pradjoto menolak mengungkapkan faktor-faktor kelemahan yang membuat Kemilau Bintang kalah. Begitu pula kaitannya dengan faktor-faktor yang membuat konsorsium Neptune menang. "Hanya PPA yang berhak berbicara soal itu," kata dia.
Selain memasukkan pakar hukum tersebut, PPA menunjuk ekonom Chatib Basri serta Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Departemen Kelautan dan Perikanan Made L. Sudjana sebagai anggota tim penilai independen untuk penjualan aset kredit dan saham perusahaan bekas milik Sjamsul Nursalim itu.
Pradjoto memastikan, dari tim penilai independen, tak ada sedikit pun niat bertindak tidak jujur. Tapi, dia melanjutkan, kalau proses lelang itu dinilai tidak fair oleh pihak tertentu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bisa masuk untuk lebih memperjelas tentang rangkaian penjualan Grup Dipasena ini. "Makin cepat KPPU masuk, makin baik," ujarnya, "supaya clear."
Dia menambahkan, lantaran tidak masuk passing grade itu, baik tim penilai independen maupun PPA tidak membuka berapa harga penawaran yang diajukan Kemilau Bintang, sehingga kedua pihak tak pernah tahu berapa penawaran Kemilau. "Bahkan sampai detik ini pun saya tidak tahu."
Wakil Direktur Utama PPA Raden Pardede menegaskan telah melakukan lelang penjualan sesuai dengan prosedur. Dia juga membantah seolah-olah telah mengondisikan agar konsorsium Neptune menjadi pemenang tender penjualan Dipasena. "Kami melakukan tender sesuai dengan tata kelola yang benar," kata Pardede.
Namun, dia menolak menjelaskan perihal batas dasar penawaran dan nilai yang diajukan konsorsium Neptune dan PT Kemilau Bintang. Dia juga tak mau menjawab soal harga penawaran konsorsium Neptune. "Tidak etis saya mengatakan hal itu. Yang jelas, semua dilakukan secara menyeluruh," kata dia.
l ANTON APRIANTO