Thursday, 20 June 2013 | 06:18

The former owner of Bank Century who has been convicted of fraud, has sold a
three-story building housing Bank Mutiara in the Central Java.
Thursday, 20 June 2013 | 05:30

What keeps me alive today is my ambition. If I only thought about feeding myself
and my family, I would stop right now
Selasa, 17 April 2007 | 20:49 WIB
Yudhoyono Mendadak Panggil Jusuf Kalla
TEMPO Interaktif, Jakarta:Di tengah santernya isu perombakan kabinet (reshuffle), kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendadak memanggil Wakil Presiden Jusuf Kalla ke kantor kepresidenan. Pertemuan empat mata itu berlangsung satu jam mulai sekitar pukul 12.30 WIB. "Saya tidak ikut. Hanya Presiden dan Wakil Presiden yang bertemu," kata Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra.
Yusril mengatakan sempat bertemu Kalla sesaat sebelum masuk ke ruangan Presiden. Saat itulah Kalla mengatakan padanya bahwa saat ini ada 13 menteri di Kabinet Indonesia Bersatu yang menderita sakit. "Delapan sakit jantung," kata Yusril mengulangi pernyataan Wakil Presiden. Ketika itu Yusril sendiri usai bertemu Presiden untuk meminta tanda tangan pengesahan pengangkatan Gubernur Bangka Belitung dan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005.
Isu reshuffle ini kembali mencuat setelah Jumat pekan lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perombakan kabinet akan segera dilakukan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. "Bukan politis," kata. Pernyataan Kalla, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar, ini kemudian banyak dinilai merupakan representasi dari keinginan partainya untuk lebih banyak diakomodasi dalam kabinet.
Yusril menegaskan hingga saat ini tidak ada satu pun menteri yang mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Yudhoyono. "Kecuali kalau (surat itu) dibawa langsung ke Presiden. Tapi normalnya harus disampaikan lewat Sekretariat Negara," katanya. "Presiden juga tidak pernah membicarakan soal reshuflle, jadi seluruh anggota kabinet tenang-tenang saja."
Terkait desakan banyak pihak agar dirinya dicopot dari kabinet karena dianggap terlibat dalam kasus pencairan duit Tommy Soeharto, Yusril mengatakan semua itu hanya bersifat politik dan tidak ada hubungannya dengan hukum. "Biasalah, sekarang ini banyak orang mau reshuffle. Banyak yang sudah mau jadi menteri," kata dia. "Saya tenang-tenang dan ketawa-ketawa saja."
Anggota DPR dari partai Golkar Yuddy Chrisnandi menolak anggapan bahwa partainya mendesak Presiden untuk segera melakukan reshuffle. "Golkar sama sekali tidak ngebet dengan reshuffle," katanya kemarin. Ia juga membantah kabar bahwa Golkar telah merekomendasikan sejumlah nama calon pengganti menteri ke Presiden. "Secara institusional sama sekali tidak ada."
Menurut Yuddy, dalam Rapat Konsultasi Nasional yang digelar Golkar di Yogyakarta akhir pekan lalu masalah reshuffle ini sama sekali tidak dibahas. "Respon pak Jusuf kalla jelas. Resuffle sepenuhnya urusan Presiden," katanya.