Tuesday, 21 May 2013 | 18:40

South Sulawesi is expecting to see an increase of domestic
tourist visits in 2013.
Tuesday, 21 May 2013 | 18:17

Indonesian textile export value to improve this year, reaching
1.8 percent of world market
Kamis, 05 April 2007 | 08:26 WIB
Iran Bebaskan 15 Prajurit Inggris sebagai "Hadiah"
TEMPO Interaktif, London:
Krisis penyanderaan 15 tentara Inggris oleh pemerintah Iran segera berakhir setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan membebaskan mereka sebagai "hadiah" untuk rakyat Inggris. Kamis pagi ini, ke-15 tentara itu sedang bersiap-siap berangkat pulang setelah ditemui Duta Besar Inggris untuk Iran, Geoffrey Adams.
Dalam konperensi pers di televisi, Ahmadinejad berkali-kali menegaskan bahwa para tentara itu telah melanggar masuk wilayah Iran, namun dia dengan senang hati membebaskan mereka sebagai "hadiah". "Saya meminta Tuan Blair untuk tidak mengadili mereka karena mereka mengakui telah masuk ke perairan Iran," kata Ahmadinejad.
Dia menegaskan, tak ada konsesi yang dibuat dengan pemerintah Inggris untuk pembebasan ini, kecuali pernyataan pemerintah Inggris bahwa insiden serupa tak akan terjadi lagi. Di layar televisi yang menyiarkan konperensi pers tersebut kemudian tampak Ahmadinejad tersenyum dan menyalami satu persatu para sandera. Salah seorang prajurit Inggris yang tidak diidentifiksi namanya tampak bersalaman dengan Ahmadinejad dan berkata, "Saya pribadi dan seluruh tim kami sangat berterima kasih atas kebaikan Anda. Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda pribadi dan seluruh rakyat Iran."
Dari London, Perdana Menteri Blair menyambut baik pembebasan ini. Blair tidak secara tegas menyatakan terima kasihnya kepada Ahmadinejad, namun menyatakan memghormati Iran sebagai negara yang memiliki kebudayaan tinggi dan sejarah yang membanggakan. Kepada wartawan, Blair menyebut proses diplomasi yang menghasilkan pembebasan ini sebagai "tegas namun tenang -- tidak bernegosiasi namun juga tidak berkonfrontasi".
Meski Ahmadinejad mau pun Blair menegaskan tak ada konsesi atas pembebasan ini, namun spekulasi merebak bahwa pembebasab ini adalah hasil dari kesepakatan menyangkut lima warga Iran yang ditahan pasukan Amerika di Irak. Setelah Iran menahan para prajurit Inggris, dilaporkan bahwa diplomat Iran mulai mendapatkan akses untuk menemui lima warga yang ditahan itu.
BBC