ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Thursday, 20 June 2013 | 14:03
Three days ago, visibility reached 1,000 to 1,500 meters. Today,
June 20, visibility only reached 1,000 meters.
Thursday, 20 June 2013 | 13:45
Families of Cebongan victims will be watching the trial of the
12 suspects to ensure the credibility and neutrality of the
Court.
Sabtu, 31 Maret 2007 | 17:26 WIB
Korban Perampasan Dibius Obat Penenang Hewan Buas
TEMPO Interaktif, Jakarta: Korban perampasan mengamuk secara membabi buta setelah dibius dengan obat penenang hewan buas, tadi pagi. Saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara sekitar pukul 10.00, dia sempat meninju pintu ruang Instalasi Gawat Darurat hingga ringsek. "Setelah diperiksa, korban dibius menggunakan cairan Benzo Diazephyne atau obat penenang hewan buas," kata Dokter Hermansyah, dokter jaga yang menangani pasien tersebut. Pembiusan itu terjadi di terminal Tanjung Priok, tadi pagi. Yanto, 26 tahun ditemukan tak sadarkan diri di area penumpang luar kota tujuan Jakarta - Pekalongan, pukul 09.00 tadi. Iman, 22 tahun, pedagang di terminal yang pertama kali menemukan Yanto mengaku sempat menanyai korban. Menurut korban, harta bendanya hilang setelah diberi minuman kaleng oleh seorang lelaki berbadan kurus, tinggi sekitar 165 centimeter, berbaju kaos warna hijau dan berambut cepak. Lalu petugas terminal membawa Yanto ke rumah sakit. Saat baru tiba di rumah sakit, Yanto masih dalam keadaan pingsan. Begitu siuman, dia langsung mengamuk. "Ini karena pengaruh obat bius yang diminumnya," kata dokter Hermansyah. Meski tangannya terpasang selang infus, Yanto meronta-ronta. Lima orang petugas sempat memeganginya. Selama dirawat, kedua tangan dan kakinya, diikat dengan kain, dan mulutnya ditutup lakban. "Dari tadi dia meludah ke mana-mana," ujar Sofah, penjaga keamanan rumah sakit itu. Hingga kini, belum diketahui siapa lelaki yang memberi minuman kaleng yang diduga dicampur dengan obat bius untuk hewan buas itu. FERY FIRMANSYAH

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.