Jum'at, 30 Maret 2007 | 17:23 WIB
Mengaku Tramtib Tarik Duit Pedagang
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang yang mengaku anggota Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban meminta duit ke para pedagang kaki lima di Jalan Berdikari, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Alasannya untuk biaya pengecatan trotoar terkait penilaian Piala Adipura.
Badriah, seorang pedagang nasi, mengaku didatangi seorang yang mengaku bernama Widodo, petugas Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Rawa Badak Utara sebelum salat Jumat (30/3). Lelaki itu berkaos lengan panjang warna gading berlogo Korpri di dada kiri. Celananya biru gelap, warna khas petugas Ketentraman dan Ketertiban.
Petugas itu meminta Badriah, 53 tahun, mengumpulkan uang dari pedagang-pedagang kaki lima. Uang itu akan diambil Sabtu siang, besok. "Katanya kalau ada orang mengaku suruhan Widodo, berikan saja uangnya," kata Badriah saat ditemui dipinggir jalan Berdikari.
Agus, pedagang lainnya mengatakan besaran uang yang ditagih tidak ditentukan. Delapan pedagang kaki lima di Jalan Berdikari --pedagang minuman, nasi, buah segar, es buah, kios dan penjual siomay-- telah mengumpulkan Rp 80 ribu, yang dimasukkan dalam amplop putih.
Tadinya Badriah diminta mengumpulkan pula uang dari pedagang di Jalan Melur, simpangan Jalan Berdikari. Tapi dia enggan menuruti karena tak enak dengan pedagang di sana.
Menurut para pedagang, Widodo mengatakan uang itu akan digunakan untuk menambah biaya mengecat trotoar. "Untuk penilaian Adipura," kata Badriah. Tadinya, mereka sempat diminta menyumbang sekaleng besar cat, yang harganya berkisar Rp 150 ribu.
Kata Agus, 48 tahun, bila mereka menyerahkan uang cat, para pedagang tidak akan akan diusir saat trotoar itu dicat hitam-putih. "Kalau tidak kami dilarang berjualan lima hari sampai seminggu," ujarnya. Anehnya, si Widodo tidak menyebutkan kapan waktu pengecatan trotoar. "Ini kan pungutan liar. Biaya mengecat pasti sudah ada anggarannya," keluh ayah dua anak itu.
Kepala Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban Jakarta Utara, Sulistiyarto mengaku tak pernah menugaskan anggotanya untuk meminta duit pedagang. "Kalau benar dan bukan fitnah, itu pelanggaran dan akan saya tindak tegas," kata Sulistiyarto, dihubungi Tempo. Sulistiyarto akan mengecek dulu ke pihak kelurahan tentang anggota bernama Widodo itu.
Lurah Rawa Badak Utara Atim Mulyani mengatakan tak ada nama Widodo dalam daftar Seksi Tramtib maupun Banpol kelurahan. "Tidak benar ada nama Widodo. Lagipula untuk Adipura, kami didukung (dana) walikota," kata dia.
Jakarta Utara adalah satu-satunya wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belum pernah meraih piala Adipura, penghargaan untuk pemerintah kotamadya yang dinilai sukses menjaga kebersihan wilayahnya.
Ibnu Rusydi