ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Jum'at, 30 Maret 2007 | 12:20 WIB
BPKN Menilai Katering Sumber Keracunan Makanan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus keracunan makanan, meningkat setiap tahun. Berdasarkan temuan Badan Perlindungan Konsumen Nasional, sumber terbesar keracunan makanan berasal dari katering. Anggota BPKN Franciscus Welirang, mengungkapkan, data Badan Pengawas Obat dan Makanan selama empat tahun terakhir menyebutkan bahwa industri jasa boga dan produk makanan rumah tangga memberi kontribusi yang paling besar (31%). Selain itu pangan olahan (20%), jajanan (13%) dan lain-lain (5%). "Masalah keracunan makanan dari tahun ke tahun semakin meningkat," katanya. Untuk mencegah timbulnya kasus baru, sejak 2005 BPKN bekerja sama dengan Seafast Centre IPB. Kedua lembaga ini mempelajari penanganan kasus-kasus pangan. Hasilnya berupa rekomendasi BPKN kepada pemerintah tentang kebijakan perlindungan konsumen di bidang pangan. Masalah utama yang sering ditemui, kata Franciscus adalah keamanan pangan konsumen. Makanan tercampur dengan bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna, dan pemanis. Selain itu, makanan dan minuman sering kali tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam label atau iklan. Produk-produk industri makanan dan minuman juga seringkali sudah kadaluarsa. Irmawati

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.