Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Selasa, 27 Maret 2007 | 20:25 WIB
Pemasok Batu Bara PLN Belum Siap Produksi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah perusahaan tambang batu bara yang akan memasok bahan bakar batu bara untuk program percepatan pembangkit listrik 10 ribu Megawatt (crash program), ternyata belum siap produksi.
Deputi Direktur Energi Primer Tonny Agus Mulyantoro mengatakan sejumlah perusahaan itu sejatinya akan memasok untuk 10 PLTU (total kapasitas 6.900 Megawatt) yang berlokasi di Jawa. Dia enggan menyebut nama-nama perusahaan yang belum siap produksi itu.
Namun Tonny Agus menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi masalah karena sejumlah perusahaan itu saat prakualifikasi menyatakan jumlah cadangannya sebesar 150 juta ton. "Wajar mereka belum produksi, yang penting kami sudah komitmen dengan mereka bahwa 2009 dan 2010 sudah siap produksi," kata Tonny Agus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/3).
Menurut dia, masih ada waktu 3 tahun sejak sekarang untuk sejumlah perusahaan itu. Kendati Tonny yakin, begitu kontrak dengan perusahaan itu ditandatangani, produksi akan dimulai. Alasannya, PLN melakukan penilaian (due diligence) secara berkala terhadap perusahaan yang menang tender mengenai kesiapan memasok batu bara, sehingga pada 2009-2010 sudah siap memasok PLN.
Sejatinya, ada empat perusahaan yang dinyatakan lolos tender pengadaan batu bara untuk memasok PT PLN (Persero) yaitu PT Arutmin Indonesia, Surya Sakti Darma Kencana, PT Baramutiara Prima dan Titan
Mining Energy.
Menurut Tonny Agus, untuk kebutuhan listrik 6900 Megawatt maka dibutuhkan kurang lebih 22 juta ton batu bara per tahun. "Dari empat perusahaan pemasok totalnya (pasokan yang bisa diperoleh) sekitar 18 juta ton batu bara," katanya. Jumlah itu dinilai sudah mencapai 85 persen kebutuhan batu bara untuk 10 pembangkit listrik di Jawa. Sedangkan sisa sejumlah 4 juta ton akan ditenderkan tahun ini.
"Dalam waktu dekat, kontrak batu bara akan segera kami tanda tangani," ujarnya.
Direktur Pembinaan Mineral Batu bara dan Panas Bumi Departemen Energi Marpaung mengatakan perusahaan yang dinilai sudah siap produksi adalah konsorsium PT Arutmin Indonesia dan PT Darma Henwa dan PT Baramutiara Prima. "Mereka sudah lolos," katanya.
Nieke Indrietta