ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 02:03
In a meeting with US Secretary of State John Kerry, Foreign Minister Marty
Natalegawa emphasized the importance of Indonesia- USA relationship.
Wednesday, 22 May 2013 | 23:06
Rapid growth of the property sector may eventually burdens the
balance of payments.
Senin, 26 Maret 2007 | 15:52 WIB
Pasien Terduga Flu Burung Asal Indramayu Meninggal
TEMPO Interaktif, Bandung: Remaja pria berumur 16 tahun, berinisial SR alias D, meninggal dunia setelah dirawat hampir 17 jam di ruang isolasi Rumah Sakit dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. “Tampaknya mengarah flu burung,” kata Ketua Tim Dokter penanganan flu burung RSHS Bandung, dr Hadi Jusuf di Bandung, Senin (26/3). Dalam waktu lima hari, korban asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu yang sebelumnya hanya menderita demam tinggi dan batuk langsung mengalami pneumonia (radang paru) berat. SR sempat dirawat di rumah sakit Imanuel Bandung sebelum dirujuk ke RSHS Bandung. Pelajar Sekolah Menengah Pertama itu menjalani perawatan di ruang isolasi khusus flu burung sejak Minggu (25/3), pukul 03.00 dini hari. Hadi menuturkan, sejak dirawat di sana kondisi SR terus memburuk. SR bahkan harus memakai alat bantu pernapasan (ventilator). Hari itu juga, pukul 19.45 WIB, SR meninggal dunia. Spesimen korban yang diduga terpapar flu burung itu sudah dikirimkan ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, untuk memastikan penyebab penyakitnya. Namun, menurut Hadi, dari gejala pneumonia berat yang pemburukannya terhitung cepat, gejala itu mengarah pada penyakit flu burung. “Kita tunggu saja hasil (pemeriksaan) laboratorium Jakarta,” katanya. Warga Indramayu itu merupakan suspect ke-94 yang dirawat di rumah sakit itu sejak penyakit itu muncul di Jawa Barat. Sepuluh orang di antaranya dinyatakan positif terkena penyakit flu burung. Tujuh di antaranya meninggal dan tiga orang sembuh. Ahmad Fikri

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.