Friday, 24 May 2013 | 21:52

OPM Coordinator of the National Defense Military, Lambert
Pekikir, stated that voicing protests to the U.K. for supporting
OPM would be meaningless.
Friday, 24 May 2013 | 21:38

The prosecutors charged Brig. Wijaya, the suspect that sparked
the attack and arson on the OKU Police Department, with second
degree murder.
Sabtu, 24 Maret 2007 | 01:50 WIB
Sumatera Barat Harapkan Bantuan Pusat Rp 954 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk merehabilitasi gedung sekolah, sarana kesehatan dan rumah penduduk yang rusak akibat gempa.Bencana alam yang menimpa Sumatera Barat beberapa waktu lalu mengakibatkan kerugian Rp 1,6 triliun. Sementara bantuan yang diharapkan dari pemerintah pusat sebesar Rp 954 miliar.
Jumlah kerugian itu akan diverifikasi tim nasional pekan depan. Perhitungan penggantian untuk rumah penduduk dibedakan dari berat ringannya kerusakan bangunan. Untuk rusak berat bantuan yang diberikan sebesar Rp 15 juta, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak ringan Rp 5 juta.
“Kami harap, untuk rumah yang rusak berat dan sedang jadi tanggungan pemerintah pusat. Sementara yang rusak ringan akan disharing dengan pemda,”kata Gamawan usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (23/3) malam. Rapat itu dihadiri juga oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadillah Supari dan Anggota DPD Irman Gusman.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri memerintahkan agar proses rehabilitasi lebih mengutamakan pembangunan rumah warga. Namun untuk pendanaan, presiden berharap agar tidak semuanya dibebankan kepad pusat. “Karena yang mendapat musibah itu bukan hanya Sumatera Barat,” kata Gamawan menirukan ucapan Presiden.
Presiden, ujar dia, memberikan perhatian pada pembangunan kembali Istana Pagaruyung yang terbakar. Apalagi selama ini istan itu menajadi icon bagi provinsi ini untuk menarik wisatawan manca negara.
Sementara itu, Menko Kesra Aburizal mengatakan, pemerintah pusat saat ini tengah menghitung dan memverifikasi jumlah kerugian. ”Ada beberapa sektor yang cukup ditanggung oleh Dana Alokasi Khusus, hanya memerlukan penggeseran dari dana-dana itu untuk kebutuhan pasca bencana,” kata dia.
Badriah