Kamis, 22 Maret 2007 | 16:22 WIB
Jenazah yang Ditembak Densus 88 Belum Dijenguk Keluarganya
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Jenazah tersangka yang disergap Detasemen 88 Anti Teror di Sleman, AS yang kemudian dikenali dengan nama Agus Suryanto alias Aman Suryanto (39 tahun) warga Magelang, hingga saat ini masih berada di kamar mayat RS Sardjito Yogyakarta. Pihak keluarga, sampai Kamis (22/3) belum ada yang menengok.
"Tim forensik juga belum melakukan otopsi sebab sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang datang. Jenazah yang dikirim ke sini, sampai sekarang masih ada di kamar mayat RS Sardjito," kata Kepala Humas RS Sardjito Yogyakarta, Trisno Heru Nugroho.
Dikatakan, untuk melakukan otopsi terhadap jenazah itu, pihaknya membutuhkan persetujuan dari keluarga. Tapi karena sampai sekarang pihak keluarga belum ada yang datang, kata dia, otopsi belum bisa dilakukan.
Aparat kepolisian dari jajaran Polda DIY, masih melakukan penjagaan ketat di sekitar rumah sakit Sardjito. Di depan kamar mayat, beberapa petugas yang berseragam dan pakaian preman, tampak melakukan penjagaan.
Sementara itu, Juhariah warga Desa Wonolelo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang dilarang masuk ke RS Bayangkara Kalasan Sleman. Juhariah datang bersama kakaknya. Juhariah mengaku datang ke RS Bayangkara untuk menengok suaminya, Sarwo Edi. Juhariah mengaku mendapat kabar bahwa suaminya kini dirawat di RS Bayangkara.
Namun ketika hendak masuk ke komplek rumah sakit, Juhariah dilarang petugas dan dikatakan bahwa di RS Bayangkara tidak ada pasien atas nama Sarwo Edi. Petugas itu meminta agar Juhariah mencari di rumah sakit lain.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam penyergapan di Jalan Ring Road Utara Dusun Karangnongko Desa Maguwoharjo Depok Sleman, Detasemen 88 menembak mati Aman Suryanto alias Agus Suryanto (39 tahun), warga Secang, Magelang, tewas. Sedang tersangka lainnya, Sarwo Edi alias Suparjo (40 tahun) warga Muntilan Magelang mengalami luka tembak. Sarwo Edi dirawat di Rumah Sakit Bayangkara, Kalasan, Sleman dengan pengawalan ketat aparat kepolisian
Syaiful Amin