ENGLISH
| Sunday, 26 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Kamis, 08 Maret 2007 | 18:35 WIB
Pelanggan Baru Speedy Ditargetkan Naik 300 Ribu
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) mentargetkan pelanggan Speedy mencapai 400 ribu tahun ini. Pada akhir 2006, pelanggan Speedy mencapai 100 ribu pelanggan. Direktur Konsumer Telkom Ermady Dahlan mengatakan, untuk mencapai target itu Telkom akan menambah jaringan Speedy terutama di kawasan timur Indonesia. "Hingga akhir tahun ini kota yang akan dilayani Speedy menjadi 40 kota dari 22 kota saat ini," kata Ermady di Jakarta, Kamis (8/3). Dia menjelaskan, kapasitas jaringan Speedy juga akan ditingkatkan dari kapasitas saat ini yang mampu menampung 300 ribu pelanggan menjadi 600-700 ribu pelanggan. Peningkatan pelanggan internet ini diyakini Ermady mampu menurunkan harga sewa bandwith internasional. Telkom juga akan mengembangkan zona hot spot atau akses internet nirkabel. Pada tahap awal pada 15 Maret 2007 akan dibangun 20 zona hot spot di Jakarta. Menurut Ermady, pola pemasaran yang dijalankan saat ini akan diubah menjadi pola dealership atau kemitraan dengan distributor. Tujuan dari perubahan pola itu, kata dia, penjualan Speedy akan menjadi satu atap. Artinya pelanggan akan membeli layanan Speedy lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan seperti modem dan alat lainnya. "Kalau sekarang pelanggan membeli peralatan pendukung secara terpisah," ujarnya. Telkom juga akan meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan dari saat ini sebesar Rp 300 ribu. "Harapannya Speedy mampu menyumbang Rp 1 triliun bagi pendapatan total Telkom," tutur Ermady. Eko Nopiansyah

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.