Jum'at, 02 Maret 2007 | 15:42 WIB
Sofyan Djalil: Sistem Pendidikan Harus di Reformasi
TEMPO Interaktif, Batam:Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil menilai sistem pendidikan selama ini keliru karena lebih mementingkan intelektualitas dibanding pembentukan karakter. Akibatnya, tercipta anak didik yang tinggi hati, tak mau dikritik, dan besar kepala.
"Jadi sistem pendidikan harus direformasi," kata Sofyan menjawab Tempo usai membuka Musyawarah Nasional Keluarga Besar Pemuda Islam Indonesia di Batam, Jum'at.
Ia mencontohkan, banyak siswa semasa sekolah di tingkat sekolah dasar dan lanjutan menempati ranking terbaik di sekolahnya, tapi setelah terjun ke dunia realitas banyak yang sulit mencari pekerjaan dan hanya berharap menjadi pegawai negeri.
Celakanya, kenaikan pangkat diukur dari tingkat pendidikan, tanpa menilai nilai tambah seseorang. Padahal, nilai tambah ini hanya ada pada orang memiliki karakter yang baik.
Pendidikan selama ini mengibaratkan siswa sebagai tong yang harus diisi dan dijejali bermacam pelajaran. Akibatnya, siswa menderita panyakit maag, karena lebih mengarah pada sistem menghapal, bila tidak hapal siswa menjadi stres. Padahal, siswa itu ibarat lubang gas, dan pendidik hanya sebagai pemantik api agar siswa itu bersemangat, berkembang dan membesar sesuai alurnya.
Rumbadi Dalle