ENGLISH
| Thursday, 20 June 2013 |
INDONESIA
Thursday, 20 June 2013 | 13:45
Families of Cebongan victims will be watching the trial of the
12 suspects to ensure the credibility and neutrality of the
Court.
Thursday, 20 June 2013 | 12:48
Ahok said US$1 tariff is realistic and suitable for Jakarta
residents.
Jum'at, 23 Februari 2007 | 18:47 WIB
Izin Operasi KM. Levina Dicabut
TEMPO Interaktif, Jakarta:Izin operasi PT. Praga Jaya Sentosa, pemilik Kapal Motor Levina I, dicabut sementara. KM.Levina Kamis pukul 04.30 WIB terbakar di sekitar 50 mil di Utara Jakarta. Akibatnya,16 penumpang tewas (termasuk 3 bayi), 8 hilang dan 300 orang selamat. "Saya sudah meminta kepada Direktur Jenderal Perhubungan laut untuk melakukan itu sesuai dengan tingkat kesalahan yang berat itu,"ujar Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (23/2) sore. Hatta menegaskan, keputusan ini diambil karena data jumlah penumpang selalu berbeda antara daftar manifest dengan penumpang riil. "Ini pelanggaran berat dan berulang-ulang. Padahal saya selalu menginstruksikan harus sama, harus sama. Artinya operator tidak melaporkan yang jujur, yang benar. Apalagi terjadi kebakaran pada mobil sehingga sedang diselidiki apa yang dibawa." Ia menjelaskan, dalam manifest kapal bernomor RI/651791 jenis roll on roll off rute perjalanan Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta-Pangkal Balam,Bangka terjadi selisih besar. Daftar manifest Levina menyebutkan terdapat 307 penumpang. Padahal, menurut Hatta,terdapat 324 penumpang dengan rincian,300 orang selamat,16 meninggal dan 8 hilang. Selisih itu,jelas Hatta,karena Levina tidak menghitung jumlah bayi dan anak-anak sebagai penumpang karena dianggap tidak memiliki tiket. "Ini selalu jadi permasalahan besar." Tapi jumlah persisnya,tambah Hatta, ia meminta untuk dilakukan investigasi mendalam khusus soal ini. Terhadap 8 penumpang yang belum ditemukan, tetap dilakukan upaya pencarian hingga 1 minggu sesuai Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2006 meski di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan. badriah

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.